Salam sejahtera saudara-saudara ku,
Semoga kita semua ada dalam lindungan-Nya.


Si kaya dan si miskin sungguh bukan barang sebutan yang aneh bagi kita semua. Sebagai seorang muslim pun tidak luput dari sebutan tersebut. Ada yang memang garis hidupnya mujur diberikan harta berlimpah oleh Allah SWT atau yang di sebut si kaya, akan tetapi ada juga yang serba kesusahan dalam hal ini adalah si miskin.


Dinamika ini sangat terasa dan tampak di kehidupan sekarang ini. Nah ini juga tergambar dalam masa Rasulullah saw. Saudara ku, pernah ada beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw berkata kepada Nabi, “ Ya Rosulullah, orang-orang kaya pergi dengan memborong pahala yang banyak. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakannya dan juga berpuasa sebagaimana kami berpuasa namun mereka bisa bersedekahdengan kelebihan harta mereka” (HR.Muslim)

Ini menjadi sebuah dinamika kehidupan dari keterbatasan harta yang mereka peroleh dihubungkan dengan pahala yang akan mereka raih. Mungkin bagi mereka memandang, seorang muslim yang kaya bisa dengan mudah bersodaqoh atau beramal, sedekah mereka bisa banyak dan besar, sehingga berlomba-lomba dalam meraup pahal yang besar bisa dirasa dengan mudah.

Padahal pandangan itu sangatlah keliru. Sedekah bukan khusus untuk orang-orang yang berduit atau memiliki harta yang besar dan berlimpah saja, kita sebagai orang yang memang serba kekurangan pun memiliki hak paten untuk bersedekah sehingga perharapan meraih pahala sama besarnya dengan orang-orang kaya. Banyak alternative yang bisa ditempuh meski dengan secuil harta. Bahkan cara alternatif ini terkadang diremehkan orang.

Karena dalam kondisi susah itu ridak menghalangi seseorang untuk melakukan amal kebaikan yang termasuk didalamnya adalah amal sedekah. Yang pada intinya setiap individu memiliki kesempatan untuk mencurahkan apapun yang ia miliki untuk dijadikan amalan pahala yang dikerjakan di jalan Allah.

Bahkan Rasulullah saw mengategorikan sedekah di saat-saat susah termasuk amalan sedekah yang paling utama. Seperti apa yang beliau sampaikan saat Abu Hurairah bertannya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab : Usaha sesorang yang memiliki sedikit harta. Mulailah dari orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu.”

Jadi sedekah disaat serba kekurangan dalam arti minim pendapatan itu memiliki keistimewaan tersendiri di bandingkan dengan orang-orang yang memiliki harta yang berlimpah.

Nms24Jam