Salam sejahtera saudara-saudara ku,
Semoga kita semua ada dalam lindungan-Nya.
Ini menjadi sebuah dinamika kehidupan dari keterbatasan harta yang mereka peroleh dihubungkan dengan pahala yang akan mereka raih. Mungkin bagi mereka memandang, seorang muslim yang kaya bisa dengan mudah bersodaqoh atau beramal, sedekah mereka bisa banyak dan besar, sehingga berlomba-lomba dalam meraup pahal yang besar bisa dirasa dengan mudah.
Padahal pandangan itu sangatlah keliru. Sedekah bukan khusus untuk orang-orang yang berduit atau memiliki harta yang besar dan berlimpah saja, kita sebagai orang yang memang serba kekurangan pun memiliki hak paten untuk bersedekah sehingga perharapan meraih pahala sama besarnya dengan orang-orang kaya. Banyak alternative yang bisa ditempuh meski dengan secuil harta. Bahkan cara alternatif ini terkadang diremehkan orang.
Karena dalam kondisi susah itu ridak menghalangi seseorang untuk melakukan amal kebaikan yang termasuk didalamnya adalah amal sedekah. Yang pada intinya setiap individu memiliki kesempatan untuk mencurahkan apapun yang ia miliki untuk dijadikan amalan pahala yang dikerjakan di jalan Allah.
Bahkan Rasulullah saw mengategorikan sedekah di saat-saat susah termasuk amalan sedekah yang paling utama. Seperti apa yang beliau sampaikan saat Abu Hurairah bertannya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab : Usaha sesorang yang memiliki sedikit harta. Mulailah dari orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu.”
Jadi sedekah disaat serba kekurangan dalam arti minim pendapatan itu memiliki keistimewaan tersendiri di bandingkan dengan orang-orang yang memiliki harta yang berlimpah.
- Tidak boleh memotong dan mencabut rambut, memotong kuku, menggaruk sampai kulit terkelupas atau mengeluarkan darah
- Tidak boleh menggunakan parfum, termasuk parfum yang ada pada sabun
- Tidak boleh bertengkar
- Tidak boleh bermesraan
- Tidak boleh berhubungan suami isteri
- Tidak boleh berkata yang tidak baik, berkata porno
- Tidak boleh menikah atau menikahkan
- Tidak boleh berburu atau membantu berburu
- Tidak boleh membunuh binatang (kecuali mengancam jiwa), memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk.
- Tidak boleh ber make-up
- Pria tidak boleh : memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki
- Wanita tidak boleh : menutup wajah dan memakai sarung tangan sehingga menutup telapak tangan
Saudara ku, dalam kehidupan ini tentunya kita semua mempunyai idaman atau mimpi yang tentunya bukan yang jelek melaikan yang bagus dan indah.
Begitu juga dengan orang yang menginginkan sebuah pernikahan dengan tujuan rumahtangga yang aman tentram dan damai.
Ow,, Tentunya sangat menginginkan memiliki sebuah rumahtangga yang diimpikan itu. Sebagai seorang muslim tentunya semua itu sudah di atur. Bagaimana kita memiliki sebuah mahligai rumahtangga yang damai kalau tidak dari sejak dini atau sekarang atau sebelum kita berumahtangga, kita harus memiliki kriteria-kriteria yang nantinya bisa diharapkan menjadi pendamping hidup yang baik.
Nah dalam memilih calon istri yang baik, salah satu kriteriany adalah seperti apa yang di riwayatkan oleh HR. Thbrany. yaitu sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa "Sebaik-baiknya wanita yaitu yang paling murah permintaan maskawinnya"
Hadis tersebut memberikan tuntunan tentang salah satu kriteria wanita yang baik untuk bisa dijadikan istri. Meski memang seorang muslim tidaklah dapat mengetahui seluk-beluk seorang wanita, karena dalam islam wanita tidaklah gaul secara bebas di masyarakat.
Namun tentunya untuk mengetahui akhlak calon pendamping kita bisa dilihat dari tidak mempersulit maskawinnya. karena ini bisa dijadikan sebuah contoh karena, bagaimana seorang istri yang baik, jika yang pertama dalam pikirannya adalah materi.
Rasulullah mengajarkan kepada kaum wanita agar tidak terlalu mahal dalam meminta maskawin. Ini berarti supaya pertimangan Agama menjadi nomor satu atau yang pertama. Dan hal ini juta tidak lantas wanita itu tidak mempunyai hak untuk menentukan maskawin. Wanita bisa menentukan maskawinnyauntuk dijadikan cara dalam menolak lamaran.
Tips Bugar Saat Ibadah
• Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
• Kurangi kegiatan yang tak perlu
• Istirahat dan tidur cukup
• Makan bergizi dan teratur
• Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
Tips hindari sakit Batuk
• Bawa pakaian hangat
• Gunakan penghangat leher
• Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
• Jangan minum dingin
Tips hindari Influenza
• Imunisasi
• Jaga kebersihan
• Istirahat cukup
• Makan buah dan sayur
• Pakai masker
Tip menahan dingin
• Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
• Pakai baju hanoman
• Pakai krim pelembab
• Sering minum
• Banyak makan buah
Tips barang bawaan
• Alas kaki
• Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
• Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
• Semprotan air
• Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
• Masker
• Handuk kecil
• "Topi Joshua"
• Tas ransel
• Peniti
• Alat tulis
• Buku
• Tustel
• Krim pelembab
Tips Membawa Barang
• Barang bawaan maksimal 35 kg
• Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
• Jangan membawa barang-barang yang terlarang
• Ikat koper dengan rapi
• Tandai koper dengan tanda tertentu
Awas copet
Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
• Daerah sekitar pelataran masjid
• Seputaran Ka'bah dan
• Tempat Tahalul (Marwah).
Tips Saat Tawaf Qudum
Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.
Tips Agar tak Tersesat
• Hafalkan lokasi pondokan
• Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
• Berangkat dengan rombongan
• Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
• Cari petugas haji
• Bawa tanda pengenal
• Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.
Tips masuk masjid agar tak tersesat
• Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
• Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
• Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
• Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
• Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
• Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
• Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.
Tips Mencium Hajar Aswad
• Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
• Pastikan fisik kuat
• Jangan bawa barang berharga
• Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
• Jangan gunakan joki
• Tidak lama-lama
• Hindari menyakiti sesama jamaah
Tips Tawaf dan Sai`
• Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
• Berangkat dalam rombongan
• Makan sebelum berangkat
• Buat kelompok kecil
• Sepakati lokasi pertemuan
• Hindari waktu padat
• Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat
Tips Menyimpan Uang
• Tukarkan dengan uang pecahan
• Jangan letakkan uang di satu tempat
• Jangan buka dompet di tempat umum
• Titipkan di safety box jika banyak
• Ke masjid bawa uang secukupnya
Tips di Pondokan
• Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
• Jangan naik lift sendiri
• Simpan barang di tempat aman
• Matikan peralatan listrik jika pergi
• Matikan peralatan masak jika pergi
• Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
• Buat denah pondokan
Kebugaran saat ibadah haji
• Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
• Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
• Olahraga ringan setiap pagi
Tip Shalat di Masjid Nabawi
• Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
• Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
• Hindari shalat di pelataran masjid
• Ingat nomor rak sandal
Tips nyaman beribadah
• Jangan tergantung pembimbing
• Mantapkan tata cara berhaji
• Hafalkan doa-doa
• Buat kelompok kecil
Sumber : www.republika.co.id
Syarat-Syarat Sa'i:
1. Wudhu (sebagian tidak melihatnya keharusan)
2. Tujuh keliling
3. Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa
4. Arah yang benar
Sunnah-Sunnah Sa'i:
- Saat memulai dengan menghadap Ka'bah, melambaikan tangan sambil membaca: "Bismillah abda' bimaa badaaLLAHU Wa Rasuluhu bihi"
- Mulai berjalan sambil membaca: "Innas Shafa wal Marwata min Sya'aairiLLAH. Famanhajjal baeta awi'tamara falaa junaaha 'alaehi an yatthawwafa bihimaa. Famantathawwa'a khaeran fainnaLLAH syaakirun 'aliim". (dibaca setiap mendekati Shafa atau Marwa)
- Berlari-lari di antara dua lampu pijar (bagi pria)
- Memperbanyak doa, dzikir atau bacaan Al Qur'an
- Mengakhiri dengan berdoa menghadap Ka'bah
RUKUN KELIMA: TAHALLUL
Pengertian "Tahallul" adalah menghalalkan kembali apa-apa yang tadinya dilarang ketika masih dalam keadaan ihram. Tahallul ada dua macam; tahallul pertama dan tahallul kedua.
Tahallul pertama adalah melakukan pemotongan rambut baik secara keseluruhan atau hanya sebagianm walau hanya sepanjang 2 inci oleh Syafi'I, setelah melakukan dua rukun ditambah satu wajib haji. Jadi setelah melakukan ihram (rukun 1) lalu wukuf (rukun 2), dilanjutkan dengan melempar Jamrah Aqabah, sesorang haji telah diperbolehkan untuk melakukan tahallul pertama. Orang yang telah melakukan tahallul I, telah dapat melakukan larangan-larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri (jima').
Tahallul kedua adalah jika semua rangkaian rukun haji telah dilakukan, termasuk thawaf ifadhah dan Sa'I haji. Tahallul kedua tidak dilakukan pemotongan, melainkan jatuh dengan sendirinya jika kedua hal di atas telah dilakukan. Setelah tahallul kedua jatuh, semua larangan ihram boleh dilakukan kembali, termasuk hubungan suami isteri.
Amalan-Amalan Mina.
Sebagaimana disebutkan terdahulu, amalan-amalan Mina termasuk dalam kategori wajib haji. Jadi melempar Jumrah Aqabah pada hari I, dilanjutkan dengan melempar ketiga jamarat pada hari kedua dan ketiga (nafar Awal) atau pada hari ketiga (nafar tsani), dan juga melakukan mabit pada malam-malam selama malam pelemparan tersebut, hukumnya adalah wajib. Yaitu jika tidak dilaksanakan maka diharuskan memotong atau membayar DAM.
a. Melempar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah pagi)
* Hanya dari Satu arah (menghadap Makkah)
* Setiap lemparan (7 lemparan) dengan membaca "Bismillah-Allahu Akbar".
* Setelah melempar berdoa menghadap Ka'bah (doa bebas).
b. Melempar 3 Jumrah: Ula, Wustha, Aqabah (11 dan 12 Dzulhijjah).
* Dimulai dari Ula lalu Wustha dan diakhiri di Aqabah
* Setiap lemparan membaca bacaan di atas
* Setelah melempar ketiganya berdoa menghadap Makkah
c. Mabit di Mina (tgl 10 malam dan tgl 11 malam Dzulhijjah)
* Selama mabit memperbanyak dzikir dan doa
* Mabit artinya berada pada tempat tersebut pada malam hari. Minimal sebelum midnight hingga setelah tengah malam.
Catatan: Ada dua macam pelemparan dan Mabit di Mina. Pertama: Nafar Awal, yaitu melempar hanya dua hari dan mabit hanya dua malam. Bagi yang mengambil nafar awal, harus meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada tgl 12 Dzulhijjah. Kedua: Nafar Tsani, yaitu menambah semalam lagi di Mina pada tgl 12 Dzulhijjah malam, dan esoknya melempar kembali tiga Jumrah.
Arafah adalah nama sebuah padang, sekitar 8 mil dari kota Makkah. Padang ini dinamai "arafah" berarti "mengenal", karena riwayat menyebutkan bahwa di padang inilah Adam dan Hawa kembali saling bertemu dan mengenal setelah masing-masing diturunkan ke bumi pada tempat yang berjauhan.
Dengan demikian, wukuf di Arafah dapat berarti berhenti sejenak untuk mengenal kembali. Sebagian ahli hikmah mengatakan bahwa pengertian ini mengandung makna pentingnya bagi manusia untuk sejenak berhenti (introspeksi) dalam rangka melakukan pengenalan (pada dirinya sendiri dan juga lingkungan sekitarnya). Tanpa mengenal dirinya sendiri, manusia mustahil untuk mengenal Penciptanya secara benar. Tanpa mengenal Rabb-nya, manusia akan mustahil mampu untuk menyikapi kehidupannya secara rasional.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama. Rasulullah bersabda: "Alhajju 'arafah" (haji itu adalah Arafah". Sehingga barangsiapa yang tidak sempat melakukan wukuf, walau telah melakukan semua rukun yang lain, hajinya dianggap tidak ada.
Wajib Wukuf:
- Dilakukan di dalam daerah Arafah (Kalau sempat keluar walau sejengkal sebelum terbenam, diwajibkan memotong)
- Dilakukan hingga terbenam matahari (kalau mengakhirinya sebelum terbenam, wajib memotong).
Sunnah-Sunnah Wukuf:
- Melakukan shalat Zhuhur dan Asar (jama' qashar)
- Mendengarkan Khutbah Arafah
- Memperbanyak dzikir, doa atau baca Al Qur'an. Doa terafdhal adalah: "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syraiika lah, lahul Mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiit wahuwa 'alaa kulli syaein Qadiir".
Masuk daerah Arafah sebelum zhuhur (setelah Zhuhur masih sah, tapi kehilangan sunnahnya).
RUKUN KETIGA: THAWAF:
Thawaf berarti "mengelilingi". Dalam pengertian syari'ah, thawaf difahami sebagai mengelilingi Ka'bah selama tujuh kali dengan niat ibadah karena Allah Ta'aala.
Macam-Macam Thawaf:
Ada 4 macam thawaf:
- Thawaf Qudum, yaitu thawaf selamat datang. Thawaf ini hanya berlaku bagi mereka yang melakukan haji Ifrad.
- Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf rukun (haji / umrah).
- Thawaf Sunnah, yaitu thawaf-thawaf yang dilakukan kapan saja bilamana ada peluang.
- Thawaf Wada', yaitu thawaf selamat tinggal, yang dilakukan jika seorang haji akan meninggalkan tanah haram.
Syarat-syarat Thawaf:
1. Wudhu
2. Menutup aurat
3. Di luar Ka'bah
4. Di dalam masjid al Haram
5. Ka'bah di sebelah kiri
6. Sempurna tujuh keliling
7. Dimulai dan berakhir di sudut al hajar al aswad
Sunnah-Sunnah Thawaf:
- Mencium hajar al Aswad (jika tidak memungkinkan, dengan mengacungkan tangan dan menciumnya) sambil membaca: "Bismillah Allahu Akbar, abda' bimaa badaaLLAHU wa Rasuluhu bihi"
- Membaca doa: "Allahumma imaanan bika watishdiikan bikitaabika wattibaa'an lisunnati nabiyyika Muhammadin Sallallahu 'alaihi wasallam"
- Pada 3 putaran pertama, bagi laki-laki melakukan harwalah (berlari-lari kecil)
- Idhtiba' (menggantungkan kain atas di bawah ketiak)
- Melambaikan tangan ke Rukun Yamani (tanpa mencium)
- Membaca "Rabbana Aatina fidddunya hasanah wa fil Akhirah hasanah waqinaa 'adzaabannar" antara sudut keempat dan pertama (yamani-hajar al aswad)
- Memperbanyak doa, dzikir atau bacaan al Qur'an (sesuai kemampuan dan tanpa ikatan dengan doa puataran pertama, kedua, dst.)
- Shalat di belakang "Maqam Ibrahim" dengan membaca: pada raka'at pertama alfaatihah dan Al Kaafirun dan pada raka'at kedua al faatihah dan Al Ikhlas
- Berdoa di depan "Multazam" (sesuai hajat masing-masing).
- Meminum air zamzam (turun menuju tempat sumur zam zam).


