Bukan satu hal yang mudah untuk memahami secara bijak sebuah mahligai Rumah Tangga. Perlu pemahaman dan pembelajaran didalam mengarunginya. Terkadang mengobati sebuah penyakit lebih banyak dipakai dalam sebuah rumah tangga, tapi lebij mungkin lebih bijak lagi kalau bisa mencegahnya dari awal atau bahkan sedini mungkin ketika kita belum membuka gerbang sebuah keluarga.
Memahami sebuah lingkungan yang beranjak dari sebuah kelaura merupakan sebuah kebutuhan. Kata saling memahami diantara suami dan istri bukanlah sebuah isapan jempol belaka, karena memang kedua insan inilah yang keseharian saling berinteraksi.


Bagi sorang suami atau bahkan calon seorang suami, bukanlah suatu hal buruk kalu secara dini memahami atau mengetahu tife-tife seorang istri, berikut beberapa tife seorang istri:


1. Penyayang Anak dan Suami

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa: Rasullullah saw bersabda: "Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai memelihara (harta) dan melayani suaminya serta pandai membelanjakan harta suaminya yang sedikit." (HR. Ahmad dan Auslim)
Tife-tefe yang digambarkan oleh rasulullah merupakan salah satu tife seorang istri yang baik. karena dalam membina sebuah keluaraga, istri paling dominan menentukan dan menciptakan suasana kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh kebahagian.
Karena mengapa? adalah sebuah kesan yang nantinya bisa tersampaikan kepada suami, sehingga bisa membuka sebuah jalan komunikasi yang baik diantara keduanya.


2. Penyabar

Mengapa harus mendapatkan atau mendidik supaya istri harus sabar?
Dalam Surat At-Tahriim (66) ayat 11 Allah menyatakan :
"Dan Allah menjadikan istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika dia berkata:"Ya Tuhanku, bangunkanlah untuku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dholim."
Ayat di atas menggambarkan betapa kesabaran seorang istri Fir'aun yang mendapatkan tekanan dan siksaan-siksaan ketika suaminya tahu bahwa istrinya beriman ketikan nabi Musa mengalahkan tulang-tulang sihir Fir'aun. padahal tingkat penyiksaan yang dilakukan oleh Fir'aun sangatlah berat seperti penyiksaan dijemur dibawah terik matahari.
Apa hanya sabar saja? Tidak! Bagi seorang Asiyah bukan hanya kesabaran saja, malahan Asiyah tidak membenci dan tidak mempunyai rasa permusuhan dengan suaminya dan selalu aktif mengingatkan suaminya untuk beriman kepada Allah.


3. Pecemburu

Cemburu artinya perasaan tidak senang kepada orang lain yang dinilai mengakibatkan dirinya tersisih atau kehilangan berbagai hak privat (hak dirinya) yang didapatnya selama ini karena kehadiran orang lain terseut.
Bahwa jika istri pecemburu dan bila suaminya tidak pandai menghadapinya secara benar, akan dapat membuat suaminya melakukan hal-hal yang salah menurut ketentuan agama.
Bagaimana tidak jika istri menjadi pecemburu berat sehingga bisa melupakan akal sehat dan ketentuan agama. Cemburu yang terlalu akan menghilangkan sendi-sendi porposi tatanan keluarga, sehingga kehidupan akan selalu diliputi perasaan was-was dan berimbas kepada buruk sangka. Meski tidak punya cemburu juga dilarang oleh agama, jadi mungkin penempatan yang harus benar.


Nms24Jam