"Pelayan !"
Tapi tidak seorang pelayanpun menyahutnya. Dengan gusar beliaw beteriak lagi
"Pelayan !"
Juga tidak ada yang menyahutnya beliaw sampai berterian beberapa kali. Akhirnya beliau hanya diam saja. meski hatinya merasa dongkol sekali.
Tiba-tiba seorang pelayan dengan tergopoh-gopoh datang kepada beliau sambil berkata :
"Apakah sebagai pelayan kami ini tidak boleh makan dan minum tuan? setiap kami masuk sebentar saja, sudah dipanggil lagi. Tuan kan tahu sendiri, kami ini bukan malaikat. Kami adalah manusia seperti juga tuan. Kami perlu makan dan minum. Jadi jangan seenaknya saja memanggil pelayan,".
Mendengan itu Al Ma'mun hanya diam saja. Sementara itu para tamu mengira bahwa amir pasti murka dan pelayan yang di anggap kurang ajar itu pasti akan dihukumnya.
"Tuan-tuan sekalian" kata sang amir kepada para tamunya, "Pelayan dan majikan itu memang aneh. Jika majikannya itu buruk perangainya maka pelayannyalah yang baik perangainya. Sebaliknya jika sang majikan berbudi baik, maka biasanya pelayannya berperangai buruk. makanya saya amat bersyukur kepada Allah, karena semua pelayan saya berperangai buruk. Tentu saja ini adalah merupakan bukti bahwa saya diciptakan oleh Allah sebagai orang yang berbudi baik. Alhamdulillah.